Postingan

Siapakah Juru Malaria Desa?

Gambar
  Apa itu Juru Malaria Desa? Juru Malaria Desa (JMD) adalah orang yang ditunjuk dan dilatih untuk membantu memantau, mencegah, dan menangani malaria di tingkat desa. Mereka menjadi perpanjangan tangan layanan kesehatan agar penanggulangan malaria bisa berjalan lebih cepat dan dekat dengan masyarakat. Tujuan Pembentukan Juru Kader Malaria Mempercepat penemuan dini kasus malaria,  Mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat malaria, Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria,  Mendukung program eliminasi malaria di tingkat desa. Ada 5 Peran utama Juru Malaria Desa Deteksi Dini Kasus Malaria Pemeriksaan dan Pelaporan Kasus Edukasi Masyarakat Pemantauan Lingkungan Pendampingan Pengobatan Deteksi Dini Kasus Malaria Melakukan Pemeriksaan Gejala Awal untuk menemukan kasus malaria maka yang perlu dilakukan oleh Kader Malaria adalah melakukan kunjungan rumah. tujuannya yaitu mempercepat deteksi dini kasus malaria. caranya adalah mengunjungi rumah warga ...

“Tidak Ada Manusia yang Kekal, Hanya Tuhan yang Tetap Setia”

Gambar
  Kota, Perang, dan Pengakuan Iman akan Tuhan yang Kekal Kota besar sering dipandang sebagai lambang keberhasilan manusia. Gedung-gedung tinggi, teknologi canggih, dan sistem yang tertata rapi seolah menunjukkan bahwa manusia mampu menguasai masa depan. Namun Alkitab mengingatkan kita bahwa sebesar apa pun pencapaian manusia, hidup tetap berada dalam keterbatasan. Ketika perang terjadi, keterbatasan itu tersingkap dengan jelas. Kota yang tidak memiliki sumber daya sendiri—tanpa pangan, air, dan energi mandiri—menjadi sangat rapuh. Distribusi terputus, kehidupan sosial terguncang, dan rasa aman perlahan menghilang. Apa yang dibangun bertahun-tahun dapat runtuh dalam waktu singkat. Firman Tuhan berkata, “Jika bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” (Mazmur 127:1) Ayat ini mengingatkan bahwa kekuatan manusia, secerdas apa pun, tidak pernah menjadi jaminan keselamatan. Perang menyingkapkan kebenaran bahwa manusia bukan penguasa mutlak atas hid...

“Kerapuhan Kota Tanpa Sumber Daya di Tengah Konflik dan Perang”

Gambar
  Dampak Perang bagi Masyarakat Perkotaan   Kota itu berdiri megah dengan gedung-gedung tinggi, jalan berlapis aspal, dan lampu yang tak pernah benar-benar padam. Tidak ada hutan lebat di sekelilingnya, tidak ada kayu, rotan, damar, atau hasil hutan lain yang bisa diandalkan. Namun, kota itu tetap hidup—bahkan berkembang pesat. Awalnya, banyak orang heran. Bagaimana sebuah kota bisa bertahan tanpa hutan sebagai sumber penghidupan? Di desa-desa, hutan adalah segalanya: sumber pangan, obat, bahan bangunan, dan penghidupan. Tapi kota besar itu mengajarkan pelajaran berbeda. Masyarakat kota belajar mengandalkan pengetahuan dan keterampilan , bukan alam semata. Mereka menciptakan nilai dari jasa, teknologi, pendidikan, perdagangan, dan kreativitas. Orang-orang bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, pedagang, teknisi, seniman, hingga pelaku usaha kecil. Bukan kayu yang dijual, melainkan ide dan keahlian . Kota itu juga belajar mengelola keterbatasan . Karena tidak memilik...

Tuhan Peluk Aku sebentar Saja

Gambar
Sejak Kecil kita hanya dapat meminta kepada orang tua tanpa melihat dan mengerti kesusahan orang tua, bagaiamana mereka berjuang dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. kita hanya bisa merengek dan meminta agar kemauan kita terpenuhi. Mereka selalu berkata tunggu yah nak, kalau Bapa ada uang nanti pasti kita akan membeli" dengan nada lembut tentunya menjawab ia bapa. perjalanan yang panjang memasuki usia belasan tahun kita mulai sadar bahwa kita bukanlah orang yang mempunyai segudang materi seperti anak lainnya yang manja mendapat apa yang mereka mau. saya selalu mengingat bahwa, Roh Kudus adalah pribadi yang memberi pengertian kepada kita agar memahami keadaan orang tua. membantu mereka dalam pekerjaan untuk mendukung perekonomian dalam kebutuhan pendidikan juga kebutuhan lainnya.  Letak Kesadaran dan rendah hati menuntun  kebangunan rohani   dan menempatkan Tuhan Yesus dalam hati memberikan kedamaian dalam hati dan merubah ego kita menjadi da...

Usia bukan penghalang untuk melayani Keluarga ditengah meningkatnya kasus Malaria

Gambar
  "Kalau bukan torang siapa lagi, Kalau bukan sekarang Kapan Lagi" Pepatah yang sangat menjanjikan. "Kalau bukan torang siapa lagi" tidak menandakan usia untuk bekerja terutama untuk kepentingan keluarga, suku, bahkan warga merupakan tanggung jawab yang besar. "Kalau bukan sekarang Kapan Lagi" mempunyai makna untuk tidak menunda-nunda waktu, jika terlambat akan berdampak pada keberlanjutan hidup.  Usia yang terus bertambah seharusnya menjadi prioritas untuk beristrihat, Namun berbeda dengan Bapak Matias Iba , Di Usianya yang ke 60-Tahun masih tetap eksis membantu warganya untuk menuntaskan kasus malaria di Kampungnya Yaitu Kampung Umousi Distrik Isim , Kabupaten Manokwari Selatan . Kampung ini memiliki jumlah jiwa yaitu 317 jiwa yang terdiri dari 153 laki-laki dan 164 perempuan, Bapak Matias mempunyai tanggung jawab untuk menuntaskan kasus malaria di Kampungnya. Oleh karena itu,  langkah yang perlu diambil adalah mendistribusikan kelambu pengadaan tahun...

Mencari Keadilan yang Hilang

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, berita terdengar sangat menggemparkan jagat Papua , bahwa seorang ibu Asli Papua bersama bayi dalam kandunganya meninggal, pada Senin 17/11/2025 di Jayapura , ketika hendak dibawa keluarga untuk bersalin.  Waktu yang banyak terbuang dan perjalanan yang panjang berpindah-pindah dari rumah sakit satu kerumah sakit lainnya mengakibatkan sesuatu yang sangat fatal terjadi. Menjadi satu pembelajaran bahwa minimnya kesadaran manusia saat ini. Menyedihkan ketika dua nyawa terlambat tertolong hanya karena sistem dan ketamakan manusia tanpa berpikir jernih dan mengasihi sesama. Letak kesadaran manusia ketika melihat ketimpangan sosial saat ini terlihat jelas bahwa kesadaran manusia tentang beragama, hukum dan sosial telah memudar. Sistem telah membutakan mata batin manusia sehingga takut mengambil keputusan dalam penanganan nyawa  Manusia. menjadi pertanyaan besar bahwa dimana keadilan bagi masyarakat terpinggirkan? Melihat kehidupan sehari-hari, keadilan ser...

Edukasi Malaria dengan bahasa Yang Mudah dan Sederhana

Dalam kunjungan rumah yang dilakukan oleh kakak Sarah Tiap bulannya, memberikan edukasi secara singkat tentang Malaria kepada warganya di Kampung Gaya baru Distrik Momi Waren . Pesan Sederhana yang di Maksud agar warga memahami tentang Malaria, terutama menggunakan bahasa lokal atau bahasa sehari-hari yang digunakan dalam bersosial, seperti pembelajaran sederhana di bawah ini, Apa Itu Malaria? Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles . Jadi, malaria bukan karena makanan, air, atau keturunan—melainkan dari gigitan nyamuk yang membawa parasit . 🦟 Bagaimana Malaria Menular? Nyamuk Anopheles menggigit orang yang sedang terkena malaria.  Parasit masuk ke tubuh nyamuk. Ketika nyamuk itu menggigit orang lain, parasit ikut masuk ke darah orang tersebut. Orang itu pun bisa terkena malaria. 🤒 Gejala-Gejala Malaria Biasanya muncul 1–2 minggu setelah digigit nyamuk. Ciri-cirinya: Demam tinggi naik turun Menggigil kedinginan...