“Tidak Ada Manusia yang Kekal, Hanya Tuhan yang Tetap Setia”
Kota, Perang, dan Pengakuan Iman akan Tuhan yang Kekal
Ayat ini mengingatkan bahwa kekuatan manusia, secerdas apa pun, tidak pernah menjadi jaminan keselamatan. Perang menyingkapkan kebenaran bahwa manusia bukan penguasa mutlak atas hidupnya sendiri. Kekuasaan, harta, dan teknologi tidak mampu menghentikan penderitaan, kelaparan, dan kematian.
Kesadaran ini bukan untuk melemahkan, melainkan untuk merendahkan hati. Manusia dipanggil untuk hidup saling mengasihi, menolong sesama, dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Kota dan desa, kaya dan miskin, semuanya membutuhkan kasih dan keadilan Allah agar dapat bertahan.
Di tengah peperangan dan ketidakpastian hidup, iman Kristen mengarahkan pandangan kita kepada satu kebenaran yang teguh: tidak ada manusia yang kekal selain Tuhan. Dialah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir (Wahyu 22:13). Ketika dunia berubah dan manusia gagal, Tuhan tetap setia dan berdaulat.
Pembelajaran Penting bagi Orang Percaya
Dari realitas kota, perang, dan keterbatasan hidup manusia, ada beberapa pembelajaran rohani yang penting untuk direnungkan:
-
Jangan Menaruh Harapan pada Kekuatan DuniaPerang mengajarkan bahwa sistem, kekuasaan, dan teknologi bisa runtuh kapan saja. Orang percaya dipanggil untuk mengandalkan Tuhan, bukan pada apa yang dibangun manusia semata (Amsal 3:5).
-
Hidup dalam Kerendahan HatiKesadaran bahwa manusia tidak kekal menolong kita untuk tidak meninggikan diri. Hidup adalah anugerah, bukan hak yang bisa kita kendalikan sepenuhnya.
-
Pentingnya Solidaritas dan KasihDalam krisis, kasih menjadi kekuatan sejati. Orang Kristen dipanggil untuk hadir bagi sesama, menolong yang lemah, dan menjadi terang di tengah kegelapan (Matius 5:16).
-
Menjadi Penatalayan Ciptaan TuhanKetergantungan kota pada desa dan alam mengingatkan bahwa manusia harus menjaga ciptaan Tuhan, bukan mengeksploitasinya tanpa tanggung jawab.
-
Menghidupi Iman dalam Tindakan NyataIman bukan hanya pengakuan lisan, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup: kejujuran, kepedulian, keadilan, dan pengharapan yang teguh di dalam Kristus.
Pada akhirnya, semua pembelajaran ini membawa kita pada satu pengakuan iman yang mendalam: manusia terbatas, dunia dapat berubah, tetapi Tuhan tetap sama. Tidak ada manusia yang kekal selain Tuhan, dan di dalam Dialah orang percaya menemukan pengharapan yang tidak pernah berakhir.
Komentar
Posting Komentar