Usia bukan penghalang untuk melayani Keluarga ditengah meningkatnya kasus Malaria

 

"Kalau bukan torang siapa lagi, Kalau bukan sekarang Kapan Lagi" Pepatah yang sangat menjanjikan. "Kalau bukan torang siapa lagi" tidak menandakan usia untuk bekerja terutama untuk kepentingan keluarga, suku, bahkan warga merupakan tanggung jawab yang besar. "Kalau bukan sekarang Kapan Lagi" mempunyai makna untuk tidak menunda-nunda waktu, jika terlambat akan berdampak pada keberlanjutan hidup. 
Usia yang terus bertambah seharusnya menjadi prioritas untuk beristrihat, Namun berbeda dengan Bapak Matias Iba, Di Usianya yang ke 60-Tahun masih tetap eksis membantu warganya untuk menuntaskan kasus malaria di Kampungnya Yaitu Kampung Umousi Distrik Isim, Kabupaten Manokwari Selatan. Kampung ini memiliki jumlah jiwa yaitu 317 jiwa yang terdiri dari 153 laki-laki dan 164 perempuan, Bapak Matias mempunyai tanggung jawab untuk menuntaskan kasus malaria di Kampungnya. Oleh karena itu,  langkah yang perlu diambil adalah mendistribusikan kelambu pengadaan tahun 2025, yang telah disediakan oleh Puskesmas Dataran Isim  untuk di Distribusi sebagai tindakan pencegahan yang sangat efektif untuk membantu warganya bebas dari penyakit menular yaitu Malaria
Kelambu merupakan prioritas utama untuk melindungi warga dari Serangga seperti Lalat, dan Nyamuk dari gigitan dan penyakit yang di bawanya seperti Malaria dan Filiariasis. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satu tantangan terbesar adalah malaria—penyakit menular yang masih menjadi ancaman di kampungnya. Namun, di tengah berbagai keterbatasan sumber daya, ada satu hal yang selalu menjadi kekuatan utama: semangat manusia untuk saling melayani, tanpa mengenal batas usia. Mereka yang berusia lanjut seringkali membawa pengalaman, kedewasaan, dan kearifan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat seperti terlihat pada gambar 2. Bapak Matias mengunjungi setiap rumah untuk memberikan kelambu kepada warga serta menjelaskan penggunaan dan fungsinya kepada warganya.

Pembelajarannya.
mereka yang lebih senior memiliki pemahaman mendalam tentang pola hidup masyarakat dan perubahan lingkungan dalam jangka panjang. ini membuat mereka efektif dalam:
  • memberikan edukasi yang mudah dipahami terutama melalui bahasa ibu (Suku Soubh) salah Satu sub suku dan 3 sub suku Arfak.
  • Membangun kepercayaan dengan Masyarakat
  • menanamkan perilaku hidup sehat

Pengalaman hidup mereka menjadi modal sosial yang sangat berharga. sehingga dunia membutuhkan sikap untuk melayani.

Melayani itu Soal Hati, Bukan Usia

Pada akhirnya, pelayanan kesehatan—termasuk melawan malaria—bukan hanya soal kemampuan fisik, melainkan soal hati. Semangat untuk membantu sesama, berbagi pengetahuan, dan menjaga lingkungan agar bebas dari penyakit adalah nilai kemanusiaan yang bisa dimiliki siapa saja, di umur berapa pun.

Ketika setiap generasi bekerja bersama, maka misi kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi gerakan seluruh masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah KK sarah Oropa (Kader Malaria) Mengasihi Tanpa Batas

Makna Adat dalam Fashion Show Anak TK, Menanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini (TK Edelweis)

Harapan Baru, Awal dari Perubahan Hidup