Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Siapakah Juru Malaria Desa?

Gambar
  Apa itu Juru Malaria Desa? Juru Malaria Desa (JMD) adalah orang yang ditunjuk dan dilatih untuk membantu memantau, mencegah, dan menangani malaria di tingkat desa. Mereka menjadi perpanjangan tangan layanan kesehatan agar penanggulangan malaria bisa berjalan lebih cepat dan dekat dengan masyarakat. Tujuan Pembentukan Juru Kader Malaria Mempercepat penemuan dini kasus malaria,  Mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat malaria, Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria,  Mendukung program eliminasi malaria di tingkat desa. Ada 5 Peran utama Juru Malaria Desa Deteksi Dini Kasus Malaria Pemeriksaan dan Pelaporan Kasus Edukasi Masyarakat Pemantauan Lingkungan Pendampingan Pengobatan Deteksi Dini Kasus Malaria Melakukan Pemeriksaan Gejala Awal untuk menemukan kasus malaria maka yang perlu dilakukan oleh Kader Malaria adalah melakukan kunjungan rumah. tujuannya yaitu mempercepat deteksi dini kasus malaria. caranya adalah mengunjungi rumah warga ...

“Tidak Ada Manusia yang Kekal, Hanya Tuhan yang Tetap Setia”

Gambar
  Kota, Perang, dan Pengakuan Iman akan Tuhan yang Kekal Kota besar sering dipandang sebagai lambang keberhasilan manusia. Gedung-gedung tinggi, teknologi canggih, dan sistem yang tertata rapi seolah menunjukkan bahwa manusia mampu menguasai masa depan. Namun Alkitab mengingatkan kita bahwa sebesar apa pun pencapaian manusia, hidup tetap berada dalam keterbatasan. Ketika perang terjadi, keterbatasan itu tersingkap dengan jelas. Kota yang tidak memiliki sumber daya sendiri—tanpa pangan, air, dan energi mandiri—menjadi sangat rapuh. Distribusi terputus, kehidupan sosial terguncang, dan rasa aman perlahan menghilang. Apa yang dibangun bertahun-tahun dapat runtuh dalam waktu singkat. Firman Tuhan berkata, “Jika bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” (Mazmur 127:1) Ayat ini mengingatkan bahwa kekuatan manusia, secerdas apa pun, tidak pernah menjadi jaminan keselamatan. Perang menyingkapkan kebenaran bahwa manusia bukan penguasa mutlak atas hid...

“Kerapuhan Kota Tanpa Sumber Daya di Tengah Konflik dan Perang”

Gambar
  Dampak Perang bagi Masyarakat Perkotaan   Kota itu berdiri megah dengan gedung-gedung tinggi, jalan berlapis aspal, dan lampu yang tak pernah benar-benar padam. Tidak ada hutan lebat di sekelilingnya, tidak ada kayu, rotan, damar, atau hasil hutan lain yang bisa diandalkan. Namun, kota itu tetap hidup—bahkan berkembang pesat. Awalnya, banyak orang heran. Bagaimana sebuah kota bisa bertahan tanpa hutan sebagai sumber penghidupan? Di desa-desa, hutan adalah segalanya: sumber pangan, obat, bahan bangunan, dan penghidupan. Tapi kota besar itu mengajarkan pelajaran berbeda. Masyarakat kota belajar mengandalkan pengetahuan dan keterampilan , bukan alam semata. Mereka menciptakan nilai dari jasa, teknologi, pendidikan, perdagangan, dan kreativitas. Orang-orang bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, pedagang, teknisi, seniman, hingga pelaku usaha kecil. Bukan kayu yang dijual, melainkan ide dan keahlian . Kota itu juga belajar mengelola keterbatasan . Karena tidak memilik...