Susan Ainusi "Perempuan Tangguh berupaya kampungnya bebas Malaria"

" PEREMPUAN TANGGUH DARI KAMPUNG DEMBEK" 

Di balik setiap langkah maju dalam kehidupan, sering ada sosok perempuan tangguh yang berdiri tegar menghadapi segala tantangan. Mereka tidak hanya kuat dalam menghadapi badai, tetapi juga lembut dalam memberikan kasih dan pengharapan kepada orang di sekitarnya. Perempuan tangguh bukan berarti tidak pernah lelah atau tidak pernah menangis. Justru, ketangguhan sejati terlihat ketika seorang perempuan mampu bangkit dari kegagalan, menjalani peran ganda dengan sabar, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan di tengah tekanan hidup.

Ketangguhan bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Perempuan yang mampu menjaga semangat, mengasihi tanpa pamrih, dan tetap berjuang meski dalam keterbatasan — itulah wujud kekuatan sejati.

Seorang ibu yang tetap tersenyum meski lelah bekerja demi keluarga, sebelum mentari pagi menunjukan wajahnya, dengan kekuatannya bangun untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga, seperti menyiapkan seragam sekolah, membuat sarapan pagi bagi anak-anak yang hendak kesekolah juga buat suami, itu menjadi tanda kasih sayang yang berulang kali berproses setiap tahunnya. Bukti nyata bahwa seorang perempuan tangguh tahu menempatkan posisinya yang andil dalam berbagai aspek kehidupan dari keluarga hingga Adat. 

Susan Ainusi, Kader Kampung Dembek dibalik kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, tidak menyerah untuk melakukan tanggung jawabnya dalam kesibukan sehari-hari seperti mengurus keluarga dan juga harus berjualan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga. Pinang dan Siri menjadi jualan sehabis mengurus kegiatan seharinya.
Selain mengurus jualalannya, ada tanggung jawab yang tidak terlupakan yaitu tugas dan tanggung jawab sebagai kader malaria, mengunjungi rumah warga untuk mengedukasi warganya tentang malaria dan melakukan pemeriksaan malaria agar masyarakatnya bebas dari Malaria. membagi waktu itu sangat susah, katanya! karena melihat situasi dan kondisi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat itupun menjadi beban bagi saya, ujarnya! jika tidak diselesaikan siapa yang akan membantu mereka. kita merupakan anak adat tetapi juga kampung dembek merupakan kampung kelahiran sehingga peran penting yang harus dilakukan adalah menjaga keluarga dan juga warga, katanya.
walaupun Cuaca sedang Ekstrim-Curah hujan yang cukup tinggi tidak membuatnya Lelah untuk berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya untuk melihat kondisi warga apakah ada yang sakit atau tidak? menjelaskan kepada warga bagaiamana mencegah malaria dan  melakukan pemeriksaan. Warga sangat senang jika Dia datang berkunjung dan bercerita tentang Malaria. penjelasan tentang malaria cukup sederhana dengan menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Ibu (Salah satu bahasa pada sub Suku Arfak) di Kabupaten Manokwari Selatan. Dengan alat sederhana dan persediaan obat terbatas, mereka memeriksa anak-anak, memberikan obat, serta mengedukasi warga tentang pentingnya tidur di bawah kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan.

Mereka tahu risikonya. Mereka tahu kelelahan yang menanti. Namun tekad mereka jauh lebih besar dari rasa lelah itu. Bagi mereka, setiap nyawa yang terselamatkan adalah kemenangan kecil yang berarti besar.

Di tengah tantangan, perempuan tangguh ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal profesi, tapi juga panggilan hati. Mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang — bahwa melayani dengan kasih, ketulusan, dan keberanian dapat menular, seperti semangat yang tak pernah padam.

dari KK susan setiap langkah penanganan penyakit malaria di pelosok negeri, ada sosok-sosok perempuan tangguh yang bekerja dengan hati. Mereka bukan hanya petugas kesehatan — mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membawa harapan bagi masyarakat di daerah rawan malaria.

Tak Hanya memberantas Malaria, kk Susan sebagai perempuan yang tangguh menjadi penggerak Kampung dan local Champion telah berjuang dan berupaya agar semua pemangku kepentingan yang ada di Kampung Dembek dapat membantu mendukung kegiatan Malaria lewat Dana Kampung. Melalui proses panjang membawa sebuah keberhasilan dari Musyawarah Kampung dan Musyawarah Distrik maka kampung memberi dukungan kepada kader-kader malaria di Kampung Dembek untuk membantu kegiatan atau program Malaria di Kampungnya. 

Di balik senyum dan semangat mereka, tersimpan tekad yang kuat untuk melayani.
Perempuan tangguh di garis depan pelayanan kesehatan ini terus berjuang melawan malaria di pelosok daerah. Dengan langkah sederhana namun penuh arti, mereka mengedukasi masyarakat, membagikan kelambu, serta memastikan setiap keluarga mendapat perlindungan dan pengobatan yang layak.

Bersama aparat kampung dan masyarakat, mereka menunjukkan bahwa melayani bukan hanya tugas, tetapi panggilan hati.
Perjuangan melawan malaria bukan hanya tentang obat dan data — tetapi tentang kasih, kepedulian, dan keberanian untuk hadir di tempat di mana harapan dibutuhkan.

Mereka adalah bukti nyata bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan cinta. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah KK sarah Oropa (Kader Malaria) Mengasihi Tanpa Batas

Makna Adat dalam Fashion Show Anak TK, Menanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini (TK Edelweis)

Harapan Baru, Awal dari Perubahan Hidup