Kisah KK sarah Oropa (Kader Malaria) Mengasihi Tanpa Batas

 Mengasihi Tanpa Batas

“Mengasihi tanpa batas” adalah perjalanan seumur hidup. Ini bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata yang mengubah hati. Saat kita belajar mengasihi lebih dalam, kita sebenarnya sedang menemukan kedamaian dan kekuatan yang luar biasa di dalam diri sendiri.

Sarah Oropa, biasa di panggil kk Sarah di Kampungnya. Perempuan berumur 40 Tahun ini menghabiskan waktunya bersama Suami, dan Anak-anaknya di Kampung Gaya Baru, Salah satu Kampung dari ke enam kampung lainnya yang terletak di Kabupaten Manokwari selatan Distrik Momi waren. Kampung Gaya Baru dengan jumlah Kepala Keluarga 133 KK dan jumlah jiwa 458 Jiwa, yang tersebar di Empat Dusun.  jumlah jiwa dengan kerentanan yang cukup tinggi bagi penyakit Malaria, khususnya buat para wanita dan anak-anak menjadi panggilan bagi kk Sarah menjadi seorang pelayanan kesehatan Kampung atau disebut dengan Kader Malaria. Tahun 2021, terpanggil mengikuti Pelatihan di Hotel Srikandi Kabupaten Manokwari Selatan. Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menganalisis faktor resiko yang ada dikampung, memahami apa itu malaria secara keseluruhan seperti apa itu malaria? penularan malaria, penyebab malaria, gejala malaria,  pengobatan dan bagaimana mencegah malaria. selain itu diberikan ketrampilan bagaimana menggunakan RDT (Rapid Diagnosa Test) untuk menemukan kasus malaria di kampungnya dan juga bagaiamana mengobati warga yang terpapar malaria

secara manusiawi hal ini merupakan sesuatu yang sulit jika belum pernah mencoba atau belajar secara mendalam tentang kesehatan. Namun menjadi satu panggilan besar yaitu mengasihi tanpa batas dan  menjadi satu komitmen bagi kk sarah untuk terlibat melayani warganya. memang awalnya susah jika belum terbiasa melakukan pemeriksaan, ketika di tolak oleh masyarakat (Kata, KK sarah). akan tetapi waktu terus berjalan, dengan komitmen besar serta perjuangan dari seorang Ibu dari 4 orang anak ini, perlahan-lahan warga mulai sadar bahwa Isu malaria sangat penting bagi warga setempat, karena dapat menyebabkan kematian jika tidak ditanggulangi secara cepat.

Saat diterima dengan baik, secara nyata dan kesadaran yang tinggi dan didukung oleh kepala Kampung dan juga tokoh-tokoh kunci menjadi komitmen untuk terus menjaga kepercayaan tersebut sehingga gelar suster kampung menjadi panggilan bagi kk sarah di Kampungnya, warga yang merasa sakit atau bergejala langsung datang kerumah untuk diperiksa. sebuah tanggung jawab besar dan juga panggilan merupakan satu tujuan yaitu bagaimana warga Kampung Gaya Baru bebas dari malaria. 

Mengasihi tanpa batas bukan sekadar kata-kata indah, melainkan panggilan untuk bertindak nyata. Dalam setiap langkah pelayanan kepada warga, kasih menjadi dasar dan semangat yang menggerakkan. Melayani bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi tentang menghadirkan kehadiran yang tulus — hati yang mau mendengar, tangan yang mau menolong, dan sikap yang mau memahami.

Setiap warga memiliki cerita, kebutuhan, dan pergumulan yang berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan materi, ada yang butuh perhatian, dan ada pula yang hanya ingin didengarkan. Di sinilah makna kasih tanpa batas diuji — ketika kita belajar melihat setiap orang sebagai pribadi yang berharga, tanpa memandang latar belakang, status, atau perbedaan.

Melayani warga dengan kasih tanpa batas berarti menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Itu berarti bekerja dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas. Ketika pelayanan dilakukan dengan kasih, maka setiap tindakan kecil pun memiliki arti besar: sebuah senyum, sapaan hangat, atau sekadar kehadiran bisa menjadi penghiburan yang luar biasa.

Kasih yang sejati tidak berhenti pada batas waktu atau tenaga. Ia terus mengalir, memberi semangat untuk berbuat lebih, dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat. Dengan mengasihi tanpa batas, kita membangun komunitas yang saling menopang, saling menghargai, dan tumbuh bersama dalam kebaikan.

Melayani warga bukan sekadar pekerjaan, melainkan wujud nyata dari kasih yang hidup — kasih yang tidak mengenal lelah, tidak mencari imbalan, dan tidak mengenal batas.

Komentar

  1. Trima kasih atas seperjuangannya ibu kader, dan juga KK jhonsen yg mendampinginya dalam program "TUHAN MEMBERKATI"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Adat dalam Fashion Show Anak TK, Menanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini (TK Edelweis)

Harapan Baru, Awal dari Perubahan Hidup