Tanaman Pala Akan menjadi penghasil utama Bagi Warga Kampung Gayabaru_Distrik Momi Waren
Tete Lans Sayori, seorang tokoh kunci yang mempunyai peranan penting dalam pengambilan keputusan di tingkat kampung tetapi juga seorang petani kebun yang sampai saat ini masih mencari sumber-sumber penghasilan dari tanaman jangka pendek dan jangka panjang. bercerita bersama tete lans
merupakan satu kebanggaan bahwa ada pesan penting yang disampaikan karena warga membutuhkan seorang pemimpin yang dapat melihat kebutuhan warga yaitu dengan meningkatkan potensi sumber daya alam yang dapat menunjang perekonomian kampung. tujuannya yaitu warga bisa hidup dengan potensi yang dimiliki. bertahun-tahun, mereka telah menghabiskan masa muda dengan tanaman coklat, tanaman jangka panjang
yang juga memiliki nilai ekonomis yang baik. namun sayangnya, tanaman ini sulit untuk mendapat keuntungan dari waktu ke waktu. disebabkan karena hama yang tidak bisa dikendalikan. tidak ada pengajar lapangan untuk membantu mereka dalam mengedalikan hama pada coklat sehingga tanaman coklat yang ditanam satu-dua Hektar terkena serangan hama Conopomorpha cramerrela. Hama ini menyerang setiap tanaman coklat yang ada di Kampung Gaya Baru. Akibatnya banyak coklat yang rusak dan tidak lagi difungsikan lahannya. lahan tersebut terbengkalai bertahun-tahun dan dijadikan kayu bakar karena tidak ada solusi dalam pengendalian hama coklat.
Tahun 2014 tete lans bersama beberapa warga melakukan pembenahan yaitu dengan mencoba mengembangkan tanaman pala banda. Ada Keluarga yang menanam sebanyak 65 pohon dan tete Lans Sayori menanam sebanyak 76 Pohon pala yang berlokasi dibelakang rumahnya, tepatnya kampungGayabaru Dusun Warberob Distrik Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan. Hasil dari pengembangan tanamana Pala maka ada beberapa pohon yang telah berbuah, sejak ditanam pada tahun (2014-2024). Hasilnya terlihat Ketika saya dan tete lans berkunjung pada lahanya yang tidak jauh dari belakang rumah, ± 50-meter dari belakang rumah, seketika itu saya berpikir dan bertanya, mengapa tete menanam pala, pala mempunya hasil dari buah dan juga bunganya. Harganya cukup tinggi dan bisa membantu kebutuhan warga. Untuk pasarannya ada agen dan juga bisa dijual ke kabupaten Bintuni. Harapannya adalah kami dapat dibantu dengan pembibitan pala sehingga tanamanan ini akan dikembaangkan dikebun kami.


Terima Kasih
BalasHapus