karakter manusia berubah karena uang atau Uang merubah Karakter Manusia?

 lihatlah alat tukar ini? pikirkanlah sejenak! benda mati tetapi memiliki fungsi yang sangat luar biasa dalam dunia. 

dalam perjalanan hidup tidak bisa dipungkiri bahwa seiring dengan kehidupan bahwa uang menjadi alat tukar dan menjadi kebutuhan untuk memenuhi kondisi ekonomi. tanpa uang maka seorang manusiapun tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maka yang dibutuhkan adalah sebuah karya dan usaha yang akan membantunya yaitu mendapat hasil kerja kerasnya dengan mendapat imbalan berupa pembayaran nilai mata uang sesuai dengan jam kerja. dalam satu negara jika terjadi pertambahan jumlah penduduk, meningkatnya jumlah sarjana, jumlah lowongan kerja menurun, kebutuhan hidup terus meningkat dan masih banyak lagi yang terjadi.

pertanyaannya adalah karakter manusia berubah karena uang atau uang merubah karakter manusia? media banyak menunjukan bahwa (1) posisi teratas adalah pemangku kepentingan atau penguasa di berbagai jabatan tertinggi pemerintahan dengan gaji > Rp 5.000.000 masih merasa kekurangan sehingga penguasa menggunakan banyak cara untuk menguntungkan dirinya maka terjadilah penyalahgunaan anggaran yaitu Korupsi. (2) posisi kedua adalah mereka yang berada ditingkat provinsi, (3) posisi ketiga adalah mereka yang berada ditingkat Kabupaten, dan Distrik. sedangkan posisi yang tidak kalah jauh adalah tingkat terendah yaitu Desa atau Kampung.  jika dilihat secara baik bahwa jika diatas menjadi contoh maka jiplakan itu terjadi sampai pada level bawah. maka bisa dikatakan bahwa tingkat kejujuran bagi pemangku kepentinga dibawah 10% karena tingkat kerugian tersebut mengurangi perkembangan dari level atas sampai pad level bawah. 

tindakan tersebut menjadi kebiasaan yang tidak akan terlepas dan sudah terbelenggu oleh rantai iblis yang secara berulang kali terulang. sehingga dipastikan bahwa pemangku kepentingan seperti ini hanya mementingkan kebutuhan hidup sendiri dan keluarga. mereka lebih cenderung menonjolkan hasilnya tetapi sesungguhnya merekalah yang menciptakan dan memberikan contoh yang buruk sehingga dampaknya adalah menurunnya percepatan pembangunan, menurunnya sumber daya manusia dan hilangnya kepercayaan. 

1. dilihat dari percepatan pembangunan

Meningkatnya jumlah penduduk akan berdampak pada kebutuhan hidup, misalnya jika terjadi penurunan pada sektor pembangunan. apakah yang akan terjadi? tidak adanya lapangan pekerjaan akan memicu pencurian, pemalakan, bahkan sampai terjadi pembunuhan karena kebutuhan hidup yang meningkat. jika hal tersebut tidak diatasi maka inilah yang akan terjadi. sebab sifat manusia pada umumnya akan memikirkan apa yang akan membantu hidupnya dikemudian hari tanpa memikirkan masa yang akan datang. bagaiamana hal ini akan sikapi? kembali pada penguasa.

2. Menurunnya sumber daya manusia

salah satu hal yang terpenting adalah didikan, sekolah menjadi tempat belajar untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi sayangnnya dunia pendidikan saat ini banyak yang tidak membuahkan hasil, mengapa tidak membuahkan hasil. kembali pada penguasa, jika anggaran-anggaran tidak tepat sasaran maka hal yang seringkali terjadi adalah menurunnya pengajaran kepada siswa/i dan berfokus pada penjualan disekolah , mengapa terjadi? yang terjadi adalah hak yang untuk kebutuhan hidup tidak terpenuhi sehingga untuk menentukan biaya hidup maka mereka perlu mencari sumber-sumber penghasilan sampingan  dan proses pembelajaran terbengkalai. maka menurungnya sumber daya manusianya. 

dilihat dari kedua point ini masih mempunyai banyak fenomena yang menjadi pertanyaan bagaiamana merubah perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. pertanyaannya adalah apakah uang bisa merubah karakter manusia, perlu direnungkan lagi bahwa perlu mensyukuri hidup dengan cara cara sederhana tanpa berlari untuk menjadi hebat, karena yang hebat belum tentunya menikmati kebahagian. buatlah hal yang baik untuk hidupmu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah KK sarah Oropa (Kader Malaria) Mengasihi Tanpa Batas

Makna Adat dalam Fashion Show Anak TK, Menanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini (TK Edelweis)

Harapan Baru, Awal dari Perubahan Hidup