Gembala sebagai sang Motivator Pengembangan Pangan Lokal

Kampung Pami adalah kampung yang berada di Kabupaten Manokwari-Distrik Manokwari Utara. Kampung ini memiliki beberapa jumlah kepala keluarga yang menghuni kampung tersebut sejak dimekarkan. salah satunya adalah Bapak Yustus Ikey, Dia merupakan seorang tokoh agama dan berasal dari Salah Satu Suku Arfak, Sub Suku Soubh. Dia mempunyai seorang istri dan dua anak. Selain menekuni pekerjaannya, sehari-harinya bekerja membantu istri di Kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hasil kebun tersebut akan dijual ke pasar Sanggeng (salah satu pasar Central di Kabupaten Manokwari) hasil jualan akan dibelanjakan untuk keperluan keluarganya. Selain Keluarganya, profesi warga setempatpun sebagai petani, mereka bergantung dengan mata-pencahariannya, karena membantu hasil perekonomian keluarga. Lahan-lahan kebun yang dikelola berada disekitar kampung tersebut dan harus berdasarkan izin dari pemilik hak ulayat. Profesi yang mereka tekuni tersebut, mendapat banyak tantangan yaitu:

1. Keterbatasan Alat Pertanian

    Memenuhi kebutuhan pertanian, warga menggunakan alat seadanya yaitu 

   a. Kapak dan Parang (digunakan untuk menebang dan membersihkan semak) 

   b. Batang Kayu (Kayu yang diruncing untuk membuat lubang pada saat akan menanam atau biasa

       biasa disebut oleh masyarakat setempat adalah tugal)

2. Kurangnya  Kapasitas dalam meningkatkan hasil produktivitas pertanian

Kendala-kendala tersebut mempengaruhi pendapatan perekonomian warga. Oleh karena itu, Tujuan Program pengembangan dan perlindungan pangan lokal yang telah dikaji dan mengacu pada kebutuhan-kebutuhan warga untuk menjamin kelangsungan mata-pencaharian warga terutama dalam pengembangan pangan lokal memilih kampung Pami dan Kampung Mandopi sebagai Kampung Percontohan yang dapat meningkatkan kapasitas warga untuk mengelola pertaniannya. Salah satu, Fasilitator kampung dan juga menjadi Motivator bagi mama-mama setempat. Meskipun dia memiliki penyakit yang cukup serius untuk disembuhkan, bukan menjadi penghalang untuknya beristirahat atau bersantai-santai dirumah. Dengan penuh semangat dia setia menemani istrinya dan mama-mama untuk bekerja dikebun. Mereka bekerja menurut jadwal yang disepakati. Mulai dari pembersihan semak, penebangan pohon hingga pada pembakaran, hingga kebun terlihat bersih. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan pangan lokal dan juga jenis sayuran.

Hasil mengikuti pelatihan dan mendapat sejumlah informasi mengenai pengembangan ubi-ubian membuatnya selalu mengikuti tahapan pendampingan serta implementasi rencana aksi.  Pembelajaran-pembelajaran penting mengenai pengelolaan lahan, tanah, pupuk dan sebagainya diperoleh dan ditransfer kepada mama-mama melalui bahasa sehari-hari yang digunakan. Tak ada satu kegiatan yang dilewatkan darinya. Inilah yang menjadi tolak ukur untuk merubah kampungnya menjadi kampung mandiri pangan.

.Hatinya tergerak untuk membantu  mereka bekerja walaupun hanya beberapa menit.  Inilah yang menjadi dorongan bagi dirinya untuk memotivasi mama-mama dalam mengembangkan potensi- ubi-ubian di kampung Pami, karena banyak pelajaran yang didapatnya ketika mengikuti pelatihan mengenai budidaya ubi-ubian dan manfaatnya dari Badan Penyuluhan Pertanian.

Pelajaran ini memberikan dorongan kepadanya untuk selalu pergi ke kebun dan membantu mama-mama. Bahkan dia selalu mengingatkan mereka setiap ibadah Minggu untuk tetap fokus terhadap lahan yang diolah. Karena pembelajaran ini merupakan hal yang penting untuk mengubah pola pertanian yang mereka gunakan dengan menggunakan pola pertanian yang baru. Sehingga tidak berpindah-pindah lagi dan membantu menjaga ekosistem hutan.

Berbagai tahapan telah dilalui bersama-sama, membuatnya bangga terhadap mama-mama yang aktif bekerja. Sebagai seorang gembala, hal ini merupakan pembelajaran penting untuk tetap memberikan dorongan dan semangat bagi mama-mama dalam mengerjakan lahan yang merupakan tanggung jawab bersama. Pekerjaan yang berat dapat diselesaikan jika ada motivasi dan kerjasama sama dari semua anggota.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah KK sarah Oropa (Kader Malaria) Mengasihi Tanpa Batas

Makna Adat dalam Fashion Show Anak TK, Menanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini (TK Edelweis)

Harapan Baru, Awal dari Perubahan Hidup